Surveilans Post Vaksinasi PMK, DKPP Bangka Barat Perkuat Monitoring Kekebalan Ternak di Desa Air Putih



Vaksinasi memberi perlindungan. Surveilans memastikan perlindungan itu terus dipantau

Air Putih — 29/09/2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat melalui bidang peternakan dan kesehatan hewan melaksanakan kegiatan Surveilans Post Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Air Putih, Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemantauan kondisi kesehatan ternak sekaligus mengevaluasi respons ternak setelah mendapatkan vaksinasi PMK.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil 20 sampel dari ternak yang menjadi sasaran surveilans. Pengambilan sampel dilakukan secara terarah dengan memperhatikan kondisi dan riwayat vaksinasi ternak sebagai bagian dari proses pemantauan kesehatan hewan di lapangan.

Mengukur Respons Pascavaksinasi

Surveilans post vaksinasi memiliki peran penting karena keberhasilan vaksinasi tidak hanya dilihat dari jumlah ternak yang telah divaksin, tetapi juga perlu didukung dengan pemantauan terhadap respons kekebalan dan kondisi kesehatan ternak setelah vaksinasi.

Sampel yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran mengenai respons serologis ternak terhadap vaksinasi. Data tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi dalam menentukan langkah pengendalian dan pencegahan PMK berikutnya.

Dengan demikian, kegiatan surveilans tidak sekadar mengambil sampel, tetapi menjadi bagian dari sistem pengawasan kesehatan hewan berbasis data.

Deteksi Dini dan Penguatan Pengendalian PMK

PMK merupakan penyakit hewan menular yang dapat berdampak terhadap kesehatan dan produktivitas ternak serta aktivitas ekonomi peternak. Karena itu, pengendalian PMK membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan, mulai dari vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, penerapan biosekuriti, hingga surveilans kesehatan hewan.

Melalui kegiatan post vaksinasi, DKPP Bangka Barat berupaya memperoleh informasi lapangan mengenai kondisi ternak setelah vaksinasi. Hasil surveilans dapat menjadi dasar untuk melihat kebutuhan vaksinasi lanjutan, penguatan pengawasan, serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi munculnya kasus PMK.

Data hasil pemeriksaan juga penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat, karena program pengendalian penyakit hewan perlu disusun berdasarkan kondisi epidemiologis dan hasil pemantauan di lapangan.

Peternak Berperan Penting

DKPP Bangka Barat mengajak masyarakat, khususnya peternak, untuk terus berperan aktif dalam menjaga kesehatan ternaknya. Peternak diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan hewan, menjaga kebersihan kandang, membatasi kontak ternak dengan hewan dari luar, serta segera melaporkan apabila ditemukan gejala yang mengarah pada penyakit hewan menular.

Vaksinasi merupakan salah satu instrumen penting dalam pengendalian PMK, namun perlindungan ternak membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, termasuk surveilans, biosekuriti dan pelaporan dini.

Kegiatan surveilans post vaksinasi di Desa Air Putih dengan 20 sampel menjadi bagian dari komitmen DKPP Bangka Barat untuk memastikan pengendalian PMK terus dilakukan secara terukur, berbasis data, dan berkelanjutan.

Lindungi ternak, kuatkan surveilans, cegah PMK sejak dini.