DKPP Bangka Barat Ajak Masyarakat Buka Lahan Tanpa Membakar di Tengah Puncak Musim Kemarau




Mentok – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat mengajak seluruh pekebun, kelompok tani, dan masyarakat untuk menerapkan pembukaan dan pengolahan lahan tanpa membakar (zero burning) sebagai langkah nyata mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Ajakan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Permentan Nomor 5 Tahun 2018 mengenai Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar. Peraturan tersebut menegaskan bahwa pengelolaan lahan perkebunan harus dilakukan dengan cara yang aman, ramah lingkungan, dan mengutamakan upaya pencegahan kebakaran.

Saat ini, Bangka Barat tengah memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Cuaca panas, kelembapan udara yang rendah, serta angin yang cukup kencang menyebabkan semak belukar dan vegetasi menjadi sangat mudah terbakar. Dalam kondisi seperti ini, satu percikan api saja dapat berkembang menjadi kebakaran yang luas dan sulit dipadamkan, sehingga berpotensi merusak lahan pertanian, perkebunan, kawasan hutan, hingga mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap. 

DKPP Kabupaten Bangka Barat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebagai alternatif, pembukaan lahan dapat dilakukan melalui penebasan vegetasi, pencacahan sisa tanaman menjadi mulsa, pengomposan, atau memanfaatkan alat dan mesin pertanian sesuai kondisi lahan. Selain lebih aman, metode tersebut mampu menjaga kesuburan tanah dan mendukung produktivitas perkebunan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat, Azmal AZ, SP., M.EP, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.

"Mari kita jadikan pembukaan lahan tanpa membakar sebagai budaya bertani yang aman dan bertanggung jawab. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi kebun, lingkungan, serta keselamatan masyarakat. Jangan biarkan satu titik api berubah menjadi bencana yang merugikan banyak pihak."

Melalui kerja sama antara pemerintah, kelompok tani, pelaku usaha perkebunan, dan seluruh masyarakat, diharapkan Kabupaten Bangka Barat tetap terbebas dari kebakaran hutan dan lahan, sehingga sektor pertanian dan perkebunan dapat terus berkembang secara produktif, aman, dan berkelanjutan.