Atasi Krisis Hijauan Pakan, DKPP Bangka Barat Mediasi Peternak Tiga Desa dengan PT BPL



DKPP Kabupaten Bangka Barat memfasilitasi pertemuan antara peternak dari Desa Tugang, Desa Terentang, dan Desa Kacung dengan PT Bukit Permai Lestari (BPL) dalam rangka mencari solusi pemenuhan hijauan pakan ternak di tengah kemarau panjang.

Mentok, 1 September 2026 — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bangka Barat turut berdampak terhadap ketersediaan hijauan pakan ternak. Kondisi tersebut membuat sejumlah peternak, khususnya peternak sapi, mengalami kesulitan memperoleh rumput sebagai pakan utama ternak.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat mengambil langkah nyata dengan memfasilitasi pertemuan antara peternak dari Desa Tugang, Desa Terentang, dan Desa Kacung dengan PT Bukit Permai Lestari (BPL).

Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat tersebut menjadi ruang dialog untuk mencari solusi bersama atas keterbatasan hijauan pakan akibat kondisi kemarau. Inisiatif ini sebelumnya dituangkan DKPP melalui undangan pertemuan antara peternak di sekitar wilayah perusahaan dengan PT BPL.

Melalui fasilitasi tersebut, DKPP mendorong adanya kesepahaman agar para peternak dapat memanfaatkan dan memanen rumput yang tersedia di areal kebun kelapa sawit milik perusahaan, dengan tetap memperhatikan ketentuan, tata tertib, keamanan, serta kesepakatan yang ditetapkan oleh pihak perusahaan.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi peternak dalam memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak selama musim kemarau, sekaligus membangun hubungan yang lebih baik antara masyarakat peternak dengan pihak perusahaan.

Kepala DKPP Kabupaten Bangka Barat, Azmal AZ, SP., M.E.P, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi persoalan yang dihadapi peternak.

Ketersediaan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas dan keberlangsungan usaha peternakan. Karena itu, pemerintah hadir untuk memfasilitasi komunikasi dan mencari solusi yang dapat memberikan manfaat bagi peternak maupun perusahaan.”


Menurutnya, kerja sama seperti ini merupakan bentuk kolaborasi yang positif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan banyak hijauan pakan mengalami kekeringan dan mati, diperlukan langkah-langkah konkret agar kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi.

Dengan adanya kesepahaman antara peternak dan perusahaan, diharapkan pemanfaatan hijauan pakan di areal perkebunan dapat dilakukan secara tertib, terkoordinasi, dan berkelanjutan, sehingga membantu meringankan beban peternak sekaligus menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

DKPP Bangka Barat terus mendorong sinergitas dan kolaborasi lintas pihak sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan serta mendukung ketahanan pangan daerah.